Showing posts with label sate. Show all posts
Showing posts with label sate. Show all posts

Monday, January 3, 2011

Bento Ayah di awal tahun 2011

selamat pagiii... ^^
ini hari pertama bunda ngebento lagi di tahun 2011.
hari ini ayah ngebento dengan menu campuran western-eastern.


ada : nasi putih dengan lauk sate tempe dan sayur labu siam dari sisi timurnya, dan kentang dengan chille dari sisi baratnya. si chille ini meski terlihat remeh dan sedikit, tapi cukup mengenyangkan kalau dimakan dengan porsi yang tepat (satu mangkuk sup misalnya). untuk bento si Ayah, chille berfungsi sebagai appetizer. sementara untuk pencuci mulutnya buah dan puding kecil. dan camilannya lumpia pisang keju cokelat.




jadi, hari ini, kita bagi-bagi resep di menu utama sate tempe, dan ada menu tambahan yaitu dimsum kol. dimsum kol ini tadinya mau bunda masukkan ke dalam kotak menu si ayah, tapi ternyata menyantapnya harus pada saat dimsum baru diangkat dari kukusan. karena selain tampilannya masih bagus, rasanya masih nikmat karena panas. dimsum ini akhirnya jadi menu makan malam ayah kemarin.. :) mari dimulaaiii...

Sate Tempe
ini sehat banget lho, kalau bunda baca-baca, tempe itu kolesterolnya cuma 0,1 mg !! jadi imbang kalau hari ini, bunda tambahkan sedikit di chillenya supaya tetap ada protein hewani pada menu makan siang ayah. untuk membuatnya pun mudah sekali,



 pertama, tumis bumbu yang dihaluskan (ketumbar + lada + kemiri + bawang putih + jahe + bawang merah + kencur + kunyit + garam) dengan daun jeruk, serai, dan lengkuas hingga harum. (kalau senang, seperti bunda, boleh ditambahi terasi sedikiit saja)
masukkan tempe yang sudah dipotong dadu, aduk sebentar.
tuangi air dan gula. masak hingga kuah asat.



ambil tusukan sate, tusukkan tempe sebanyak yang anda mau untuk satu tusuknya.
bakar di atas : arang/ api kompor/ pinggan datar sampai sisinya kecokelatan.
untuk saus, cukup dengan kecap manis dan bawang putih saja. bila senang, tambahkan kacang tanah halus dalam kecap manisnya.











Dimsum Kol
oya, untuk dimsum ini, bunda menggunakan roti sisa membuat sandwich tempo hari sebagai pengganti tahu. hemaat... ^^v

rendam daun kol berukuran besar dalam air panas sampai lemas. buang dahulu bagian kerasnya agar tidak menyulitkan pada saat diolah.
pada wadah, campurkan daging cincang, roti yang sudah lunak (sebelumnya direndam dulu dalam air matang), setengah saja telur, dan bumbu-bumbu (lada bubuk, pala bubuk, dan garam). untuk lebih keras, tambahkan tepung terigu 1-2sdmkn. aduk rata. boleh juga tambahkan keju parut bila suka.

ambil selembar daun kol, taruh adonan di bagian tengahnya, tekuk ujung-ujung kol jadi seperti kantung/money bag dan ikat dengan daun serai.
atur kol di dalam kukusan. ingat, jangan mengukus terlalu banyak item di dalamnya, berikan space/jarak yang rata untuk masing-masing supaya panas dan matangnya merata.
kukus kol hingga isinya matang, dan sajikan panas dengan saus sambal.












tips: kalau-kalau nanti hasil kukusan anda kol-nya tiba-tiba membuka dan si tali lepas, jangan panik ataupun kecewa. tidak usah buru-buru membuka tutup panci pengukus. tunggu hingga matang, angkat, dan talikan ulang daun serai yang tadi digunakan untuk mengikat.

senangnya...
^^

untuk chille, resepnya sudah bunda berikan sebelumnya. coba di cek di label "bola-bola daging". bedanya, pada chille, daging tidak dibentuk bulat-bulat, cukup disebar, ditambahkan paprika bila senang, dan kacang merah (tapi kemarin lupa lagi beli kacang merahnya.. :D malam ini bunda mau buat lagi, pesanan si ayah, lengkap dengan kacang merahnya)

hari ini ayah bawa jualan ekstra :

paket bento untuk rekan ayah,
dan
paket lumpia pisang cokelat keju.
ayo ayah, yang semangat jualannya... :)










tunggu postingan berikutnya ya,
ada tips asyik menghias bento !! :)

Friday, December 10, 2010

Bento Ayah, Selasa, 231110

Ayah bilang dulu, kalau diantara yang lainnya, inilah yang menjadi favoritnya. dan tebak lagi, kenapa? yak, benar, karena warnanya *gee, ayah, ada alasan laen ngga sih? (jawab si Ayah : habis kalau jawabnya bilang ENAK ntar kan udah basi, dan dikirain gombal) *tersipu-sipu.

oh well, ini gambar isi bento si Ayah :


indonesian bento buat ayah hari ini (23 nov 2010) : kappa 3 warna (nasi goreng kencur, nasi goreng terasi, nasi putih), sate kambing, rendang, ayam kalasan, es sirup tjampolay rasa jeruk nipis, dan puding susu mangga.

kali ini, berbagi resepnya di nasi dan salah satu lauk ya.
oya, kalau sebelumnya ada yg bingung, onigiri adalah nasi kepal. tapi saya pribadi lebih senang menyebutnya dengan kappa : keren-kerenan lafal buat 'kepal'. jadi jangan bingung ya.


Nasi Goreng Kencur
mulanya karena saya sempat pesan menu nasi goreng yg agak lain di salah satu restoran di mall besar di Bandung. warnanya kuning. saya sudah duga pasti kuningnya dari kunyit, nama menunya juga nasi goreng kunyit kok. tapi ada rasa lain yang agak aneh. saya rasa-rasa seperti kencur. ah coba bikin di rumah, kalau begini caranya. ^^

  • bahan dasarnya sama aja kaya nasgor2 lainnya, haluskan : bawang merah + bawang putih. cuma ditambahin kunyit dan kencur. ngga pake kecap lho ya (jangan, nanti warnanya ngga kuning lagi). kasih gula aja dikit kalo emang mau manis (awas kebanyakan, sampe kebayakan rasanya ngga enak). kalau ngga dikasih gula rasanya kaya nasi kuning. trus kalau mau pedes, cabe nya jangan dicampur, tapi dipotong2 aja. paling enak rawit ijo. masaknya gimana, ya seperti nasi goreng pada umumnya. :)

Sate Kambing Muda-Sederhana
kenapa saya bilang sederhana, soalnya ngga pake bumbu kacang dan sejenisnya. 
  • malam sebelum bento saya buat, daging kambing muda dipotong-potong dulu, bersihkan dan beri baking powder seperti biasa untuk melembutkan. 
  • rendam dalam bumbu halus : bawang putih + kecap manis + jahe  dan beri sedikit bubuk jahe. diamkan 15 menit dalam lemari pendingin. 
  • supaya cepat matang, saya rebus dulu si daging. pula, untuk mengeluarkan kotorannya. sisakan bumbu rendamannya ya.
  • setelah itu, keluarkan dan susun daging dalam tusuk sate.
  • karena saya masih punya waktu semalaman, saya diamkan kembali si sate dalam rendamannya sampai besok pagi. kalau mau dibuat kilat, bisa langsung masuk ke tahap selanjutnya.
  • paginya, keluarkan sate dan siapkan minyak dalam wajan (pan) datar. goreng sate sampai berubah warna. pada saat disajikan, guling-gulingkan si sate dalam kecap manis dan bawang merah segar yg diiris.


jangan lihat tampilan yg di atas, karena itu saya bakar. ternyata kalau di bakar, kita tidak bisa sering-sering mengoleskan kecap manis karena selain rasanya agak pahit di permukaan, warnanya juga hitam. jadi, saya lakukan cara yg kedua. tampilannya lebih bersih, lebih sehat (karena dimatangkan dulu sebelumnya) dan lebih mudah. :)


selamat mencoba !! ^^
 

Thursday, December 9, 2010

Bento Ayah, Rabu, 011210


bento ayah hari ini : kappa aneka bentuk (nasi putih+onigiri dan nasi goreng kencur), sate udang, sop kacang merah dan makaroni goreng.
Minum: es sirup pomenade
Camilan: cake lapis pisang

si Ayah suka banget sama menu kali ini, KARENA : kaya warna !! *muter2in mata
kirain karena apanya...
tapi kata Ayah, Ayah suka sekali sama sate udang dan cake lapis pisangnya.
jadi, inilah resepnya:

Sate Udang
sate ini...bumbunya ngawur2an, tapi ternyata enak kok.

  • bersihkan udang. kalau suka, biarkan kepalanya tetap ada. tapi kalaupun mau, kupas udang beserta kulitnya, jadi makannya tidak susah. tapi saran saya, tetap adakan kulitnya, karena kulit ini yg akan menjaga bentuk si udang agar tidak kisyut ketika di masak.
  • haluskan : bawang merah + bawang putih + seiris tipis jahe. campur bumbu halus ini dengan gula, garam, sedikit saja minyak wijen, cabai bubuk. lumuri dan rendam udang, biasanya saya sampai 30 menitan, simpan di lemari pendingin, dan biarkan meresap.
  • tusuk udang berbumbu dengan tusuk satai bambu.
  • panaskan minyak goreng dalam pan dadar, goreng deh satenya sampai kedua sisinya kecokelatan. angkat. hidangkan.

Cake lapis pisang
ini sederhana sekali. buat yg tidak punya oven seperti saya, menu seperti ini sangat membantu.

  • lepaskan tepian (kulit) roti tawar. lebih baik lagi, beli yg memang sudah tidak ada kulitnya.
  • campur santan + gula pasir, rebus hingga mendidih. kalau sudah mendidih, tambahkan essense pandan dan vanili.
  • kalau di rumah, saya sukanya pakai pisang tanduk. karena satu bijinya saja, hasilnya sudah banyak kalau dipotong-potong. tapi akan lebih enak kalau pakai pisak kepok. ah, pisang apa aja boleh kok. kalau masih agak keras, kukus dulu pisangnya sampai lunak. kalau sudah, potong-potong.
  • susun roti tawar, selembar demi selembar, beri pisang di atasnya, tuangi air santan--begitu seterusnya hingga cetakan penuh. usahakan susunan padat dan tidak bercelah.
  • siapkan panci kukusan, kukus adonan hingga mengeras. jangan terkecoh dengan tampilannya ya. namanya juga roti yg dikasih air, dikukus pula, tidak serta merta mengeras. tapi kalau saya mengukusnya kira-kira 45 menit. dan setelah mendingin saya masukkan ke lemari pendingin. setelah mengeras baru dipotong-potong.
  • untuk hiasan dan penambah rasa, bisa dituangkan susu kental manis putih dan meses warna warni.

bonus, ini ada satu lg menu mudah.
namanya makaroni goreng. ada yg bilang schotel. kaya gitu emang kali ya.
anyway, ini resepnya :

  • campur makaroni + telur kocok + susu segar (saya biasa pakai yg merek Ultra, karena lebih tahan lama. tapi merek apapun jadi kok) + merica + pala halus + gula + garam. aduk rata.
  • siapkan cetakan, kalau tidak ada, mangkok atau pinggan tahan panas jg ok. olesi permukaannya dengan margarin, tipis-tipis.
  • tuang makaroni yg sebelumnya sudah direbus dulu. sewaktu merebus, tambahkan sedikit garam ya.
  • setelah itu, ratakan campuran adonan di dalam cetakan, kukus hingga matang dan padat. angkat. dinginkan.
  • potong makaroni, celupkan ke kocokan telur, dan kalau anda mau, bisa kok digulingkan ke tepung panir/tepung roti. lalu goreng hingga kecokelatan.

asyik lagi, kalau dalam campuran adonan anda berikan daging cincang atau sosis potongan, sayuran (worel, kapri, paprika).

bon apetite .... ^^
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...