Showing posts with label cake. Show all posts
Showing posts with label cake. Show all posts

Monday, December 13, 2010

Bento Ayah, Rabu, 081210



Bento ayah: kappa with eggs dressing, sayur bayam,asem asem daging cabe hijau, kalio telur puyuh (recomended), tortila.
Minum: es sirup tjampolay rasa pisang susu
Camilan: steam fruit cake (recomended)

kenapa saya bilang recomended, karena emang selain gampang dibuatnya, rasanya juga enak. :)

Kalio Telur Puyuh
  • telur puyuh, rebus, kupas. sisihkan.
  • kentang, kupas, potong dadu, goreng. sisihkan. 
  • rebus santan bersama semua bumbu halus: cabai merah + bawang merah + daun jeruk + daun kunyit + gula + garam + ketumbar. tambahkan serai memar, jahe memar, lengkuas memar. asam jawa/asam kandis. masukkan telur puyuh. masak hingga kuah mengental.
  • tambahkan kentang, daun bawang. masak hingga meresap. angkat. sajikan.
gampang banget kan?


Steam Fruit Cake
  • campur ceri merah, ceri hijau, kismis  (kalau bisa dapetin, boleh tambahin kacang almond misalnya)--rendam dalam rhum. sisihkan. se-ons buah ceri di pasar tradisional, dapatnya sekitar 4000-6000an. cacah cerinya dulu ya.
  • kocok mentega dan gula halus hingga putih. kalau tidak punya mixer, saran saya, menteganya dicairkan dulu saja. beberapa kali saya buat menu serupa ini, dengan cara tersebut, rasa dan bentuk tidak terpengaruh. kemudian masukkan kuning telur satu persatu. perbandingannya untuk sekitar 350gr tepung kita pakai 10 kuning telur. tapi itu bukan harga mati. saya cuma pakai 5 butir, dan sudah mengeras kok cakenya. kocok sampai merata.
  • masukkan tepung terigu, tambahkan putih telur yg sudah dikocok kaku (pakai putih telur yang tadi kuningnya sudah dimasukkan lebih dahulu), aduk kembali hingga rata, masukkan buah-buahan. aduk rata menjadi sebuah adonan.
  • siapkan cetakan, kukus adonan sampai matang. untuk tahu matang tidaknya, gunakan batang lidi/tusuk sate, tusuk kue. kalau masih ada adonan yang melekat di batang lidi, berarti adonan belum matang. kalau sudah licin, berarti sudah matang luar dalam. ingat untuk memeriksa air kukusan, dan tambahkan bila mulai susut. angkat, sajikan.
cake si Ayah, di bentonya Bunda bawakan 5 potong.
Kata Ayah, 3 potongnya dinikmati kawan-kawan kantornya, dan komentarnya hanya 'emmm...mmmmm....' sambil ngangguk-ngangguk. ngga ngomong apa-apa.
sorenya, mereka minta lagi sama Ayah. waktu Ayah bilang habis, mereka ngga percaya dan ngotot buka kotak makan Ayah. :D
besok-besok bunda buatkan lagi ya..bawa yang banyak buat dibagi-bagi.. ^^

Thursday, December 9, 2010

Bento Ayah, Rabu, 011210


bento ayah hari ini : kappa aneka bentuk (nasi putih+onigiri dan nasi goreng kencur), sate udang, sop kacang merah dan makaroni goreng.
Minum: es sirup pomenade
Camilan: cake lapis pisang

si Ayah suka banget sama menu kali ini, KARENA : kaya warna !! *muter2in mata
kirain karena apanya...
tapi kata Ayah, Ayah suka sekali sama sate udang dan cake lapis pisangnya.
jadi, inilah resepnya:

Sate Udang
sate ini...bumbunya ngawur2an, tapi ternyata enak kok.

  • bersihkan udang. kalau suka, biarkan kepalanya tetap ada. tapi kalaupun mau, kupas udang beserta kulitnya, jadi makannya tidak susah. tapi saran saya, tetap adakan kulitnya, karena kulit ini yg akan menjaga bentuk si udang agar tidak kisyut ketika di masak.
  • haluskan : bawang merah + bawang putih + seiris tipis jahe. campur bumbu halus ini dengan gula, garam, sedikit saja minyak wijen, cabai bubuk. lumuri dan rendam udang, biasanya saya sampai 30 menitan, simpan di lemari pendingin, dan biarkan meresap.
  • tusuk udang berbumbu dengan tusuk satai bambu.
  • panaskan minyak goreng dalam pan dadar, goreng deh satenya sampai kedua sisinya kecokelatan. angkat. hidangkan.

Cake lapis pisang
ini sederhana sekali. buat yg tidak punya oven seperti saya, menu seperti ini sangat membantu.

  • lepaskan tepian (kulit) roti tawar. lebih baik lagi, beli yg memang sudah tidak ada kulitnya.
  • campur santan + gula pasir, rebus hingga mendidih. kalau sudah mendidih, tambahkan essense pandan dan vanili.
  • kalau di rumah, saya sukanya pakai pisang tanduk. karena satu bijinya saja, hasilnya sudah banyak kalau dipotong-potong. tapi akan lebih enak kalau pakai pisak kepok. ah, pisang apa aja boleh kok. kalau masih agak keras, kukus dulu pisangnya sampai lunak. kalau sudah, potong-potong.
  • susun roti tawar, selembar demi selembar, beri pisang di atasnya, tuangi air santan--begitu seterusnya hingga cetakan penuh. usahakan susunan padat dan tidak bercelah.
  • siapkan panci kukusan, kukus adonan hingga mengeras. jangan terkecoh dengan tampilannya ya. namanya juga roti yg dikasih air, dikukus pula, tidak serta merta mengeras. tapi kalau saya mengukusnya kira-kira 45 menit. dan setelah mendingin saya masukkan ke lemari pendingin. setelah mengeras baru dipotong-potong.
  • untuk hiasan dan penambah rasa, bisa dituangkan susu kental manis putih dan meses warna warni.

bonus, ini ada satu lg menu mudah.
namanya makaroni goreng. ada yg bilang schotel. kaya gitu emang kali ya.
anyway, ini resepnya :

  • campur makaroni + telur kocok + susu segar (saya biasa pakai yg merek Ultra, karena lebih tahan lama. tapi merek apapun jadi kok) + merica + pala halus + gula + garam. aduk rata.
  • siapkan cetakan, kalau tidak ada, mangkok atau pinggan tahan panas jg ok. olesi permukaannya dengan margarin, tipis-tipis.
  • tuang makaroni yg sebelumnya sudah direbus dulu. sewaktu merebus, tambahkan sedikit garam ya.
  • setelah itu, ratakan campuran adonan di dalam cetakan, kukus hingga matang dan padat. angkat. dinginkan.
  • potong makaroni, celupkan ke kocokan telur, dan kalau anda mau, bisa kok digulingkan ke tepung panir/tepung roti. lalu goreng hingga kecokelatan.

asyik lagi, kalau dalam campuran adonan anda berikan daging cincang atau sosis potongan, sayuran (worel, kapri, paprika).

bon apetite .... ^^
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...