Showing posts with label daging. Show all posts
Showing posts with label daging. Show all posts

Monday, January 31, 2011

Fresh Monday's bento

Good morning..
since I've had to make donuts to be placed in the school store, i gave very little attention for my hubby's bento. I'm so sorry dear..
but i love you more because you've been such a wonderful husband by helping me in making the donuts.. :)

today's bento saved by the new lunch box we've bought yesterday. It's greeeeeen..... ^^ the color is green, and made from a very-environmentally healthy-material. The brand is Fuel, all Fuel products are tested and made with food safe-material (honestly, we were eager to buy them because they're GREEN !! the color of green always looks fresh ! and by the way, we fall in love with the spoon-fork set first, because it can be folded !)
and for his lunch, i've made him sop konro (or beef ribs soup--is an Indonesian traditional beef soup from Makassar Sulawesi Selatan). It's very simple to make: i just need kluwek,onion-garlic, tamarind, pepper, salt, sugar and red beans. All spices were mashed and sauteed, then added to the boiled broth of beef ribs. Put some bay leaves and galangals, then cook until the ribs are tender. 
While in the upper container, i made him 'Sate daging balut telur' (beef satay with egg dressing), put some kinds of fruits (like manalagi mango, strawberries and guavas) and my very special home-made donuts with heart shape. 
as the drink, oh,  it's only  sweet ice tea.. :)

There you go, happy Monday sweet heart  ^^  


-------
karena sibuk ngurusin bikin-bikin untuk jualan di TK tetangga dan kantor si ayah, si Ayah jadi banyak ngalah untuk bentonya hari ini. untungnya terobati dengan wadah bento baru warna ijo royo-royo ini.. ^^v
Kita nemunya belum jadi set-set-an kaya gini. Sebelumnya gara-gara lagi nyari perkakas dapur, kok ya nemu sendok 'ajaib' yang bisa dilipat dan berwarna hijau ini. langsung jatuh hati. berhubung ini satu-satunya set sendok-garpu di isle perkakas dapur itu, dan kita ngga nemu dimana lagi kawan-kawannya berkumpul, si sendok-garpu kita pegang erat-erat dan mulai hunting perlengkapan lainnya.
dapet deh tasnya, nyari lagi dapet deh bento boxesnya dan tempat minumnya. jadilah kotak makan ayah pertama yg matching dari A-Z :D (Ayah senang sekali dengan kotak bento barunya ^____^)

Menu hari ini adalah sop konro (wah, gampil banget bikinnya, cuma perlu menghaluskan bumbu-bumbu seperti bawang merah-bawang putih, lada, kluwek, serta kacang merah yang ditumis dahulu dan dicampurkan ke kaldu rebusan iga sapi. Diberi tambahan air asam jawa, lengkuas, daun salam, gula dan garam. masak sampai bumbu meresap dan daging iga menjadi empuk),

Sate daging balut telur (ini apalagi, cuma daging dibumbui dengan lada dan garam yang ditusuk sate bersama wortel dan daun bawang. Lalu dibalur tepung terigu dan terakhir dicelupkan ke dalam kocokan telur ayam sebelum digoreng kering),


mangga manalagi-jambu biji merah-strawberry, homemade donuts (wiiw...ini donat buat jualan hari ini, yang mana bentuknya pada berantakan pada saat dicetak. Tapi i guarantee you, karena bahan-bahan membuatnya adalah bahan-bahan pilihan, rasanya enak !--bunda sisihkan dua donat bentuk hati untuk ayah) dengan es teh manis sebagai minumnya.


itu saja! :)
Bunda senang sekali, salah seorang pembaca setia blog Bento si Ayah di Seoul, Korea--Lidya Putri Andari, cerita kalau gara-gara resep dan step-by-step tutorial bunda untuk perkedel, Lidya jadi bisa bikin perkedel untuk yg pertama kalinya. Oke-nya lagi, Lidya mengganti daging cincangnya dengan tuna.
Lidya said : " mbak lizaaa,,,kmrn gara-gara liat resep perkedel jd bikin perkedel d,,,baru pertama kali aku bikin perkedel niiiy,,tp daging diganti tunaaa enyaaakkk,,kata temen goshiwonku jg enyaaakkk...
so kami putuskan untuk menjadikan perkedel sebagai lauk pokok tiap hari,,hahhaha"
It's an honor Lidya, buat Bento si Ayah :) bikin lagi, difoto dan dishare ya dear .. ^^ 

Friday, January 28, 2011

Friday i'm in love--(bento with beef drum sticks and steamed duck eggs)

Why 'Friday I'm in Love?' ..
oh, it's because this feeling of love for my husband--it's getting bigger! :D and I'm too much sentimental to put those words as today's tittle.. :)
I made this bento less than an hour--until i packed up the boxes. So it's very easy to make. You don't always have to put the left-overs inside the bento (but if you have, it's ok). You can make it instantly at the morning before you/your beloved ones leave the house.
Let's start from the simpler one. It's beef drum-stick (in Indonesian we called it as "kaki naga" or "dragon feet"--i don't know why they called it with this funny name, so don't ask me ^^v).
I just add some chopped onion and garlic (make it very light/thin), with slightly beaten eggs, grated carrots, wheat flour, pepper, salt, the oyster sauce--in a bowl of minced-meat (you could also substitute the meat with minced-chicken/shrimp/fish with the same seasonings). Take some, and form it to oval shape, then wrapped it with bread crumbs. Pin it with skewer. Leave it at about 3-4 minutes, before you fry it. Voila! Ready to serve :)


Then duck-eggs--oh I still have no idea for the title of this cook--but let us call it with "Steamed Duck-eggs". First, if you have deep muffin tin containers--you can use them. Cover the containers with banana leaves, and set aside. Meanwhile, we make the seasonings. Add some mashed garlic and onion with coriander powder and salt and sugar too--in about 250 Milli-liters thick coconut milk. Slice cayenne pepper and the green chilly thinly. Take the muffin containers, based with bay leaves  and sliced galingale, one piece for each container--then pour the seasoned coconut milk at about one-per three parts of the container. Then break duck-egg on the rest parts of the container (see the pictures of step-by-step making below). Steam them for about 30 minutes, then ready to serve. 

The other side dishes are smoke-milkfish-katsu, and I've made some fresh veges-pickle. You can make your own veges-pickle only by adding some vinegar, salt, sugar, pepper and sliced red-onion in a bowl of fresh vegetables like sliced carrots, cucumbers, cabbages or white radish. You can make it in large quantities, and put it in a glass-jar then keep it in refrigerator. Anytime you need to fill the bento, you can take it some. 

------
Friday, I'm in love...
yayayaya....lebay kan..bunda tau itu.. :D but i can't helped it. Judul itu lewat begitu saja tanpa permisi dan tangan bunda mengetik sendiri tanpa dikomandoi.
Bunda butuh kurang dari sejam untuk membuat bento ayah hari ini, mulai dari menyiapkan semua bahan, memasak, menata, sampai mendokumentasikannya. Ini berarti, resep Bento si Ayah hari ini mudah sekali.
Menu kreasi bunda favorit Ayah hari ini adalah 'kaki naga' daging (kita lebih familiar dengan nama drum-stick). Terus terang, bunda kepikiran untuk membuat menu ini karena kepincut sama bento cantik Ms. E. Karena ngga mungkin mau beli jadi pagi-pagi buta ke pasar swalayan, bunda korek-korek isi lemari pendingin dan ketemu daging cincang yang cuma ada 1/2 ons saja. It's OK. kita masih bisa bikin kaki naga dari ini.
Resep asli kaki naga, bunda google di internet. Tapi karena ribet dan ternyata setelah dipraktekkan malah ngga beres (ah ini mah bunda sendiri yang eror), bunda bikin resep lain versi Bento si Ayah.
yuk, kita lihat langkah-langkah pembuatannya :

Campur bumbu-bumbu berupa : bawang bombay cincang, bawang putih cincang, lada, garam, saus tiram ke dalam daging cincang dan wortel parut. tambahkan tepung terigu.
Uleni semua sampai rata seperti ini.
Ambil segenggam kecil bagian, gulingkan bergantian di atas tepung terigu dan tepung roti, remas-remas lembut sampai dapat di bentuk dan tidak lengket lagi.
Tusuk dengan tusuk sate setiap bulatan daging yang telah terbentuk.
Goreng kaki naga dalam minyak panas.
Kaki naga siap disajikan. Kaki naga bunda kali ini setelah digoreng warnanya agak terlihat kusam, karena pengaruh daging yang sudah dimasak. kalau ingin terlihat lebih putih dan 'kinclong', gunakan daging ayam/udang/ikan cincang sebagai bahan dasarnya.








Menu kreasi Bento si Ayah lainnya adalah olahan telur bebek ini. Sampai sekarang bunda masih belum kepikiran enaknya dikasih judul apa.. :( ada ide? salah seorang sahabat Bunda di buku muka memberi nama "Bebek Sauna" untuk resep ini sewaktu bunda tanyakan. -________-'
Oh well, ini adalah langkah-langkah membuatnya :

Mula-mula, siapkan semua bahan. Bunda menggunakan santan kental dari 1/3 kelapa, irisan cabai merah dan cabai hijau, serta bumbu halus berupa bawang merah, bawang putih, ketumbar, gula, dan garam. Aduk.
Sediakan wadah kalengan yang biasanya kita pakai untuk mengkukus jajanan, alasi dengan daun pisang.
Pada dasar wadah, berikan 1 lembar daun salam dan seiris lengkuas.
Tuangkan larutan santan berbumbu dalam wadah, sekitar sepertiga bagian. Lalu pecahkan telur bebek di atasnya.
Kukus telur  selama kurang lebih 30 menit hingga matang. Jangan mengkukus terlalu banyak wadah dalam satu kukusan (kecuali pengukus anda memang besar/jumbo), berikan ruang yang cukup agar udara panas dapat mengalir dengan rata.
Pada saat sudah matang dan mendingin, telur dapat dipisahkan dari wadah kalengannya dan terlihat cantik dengan daun pisangnya.
(kaya naga sari ya? hehehe... ^^)

Oya, sssstttt...tau ngga, kata para pakar, telur bebek berkhasiat baik untuk meningkatkan kinerja seks (ah jadi maluu.... ^^).  

Untuk sayuran sehat si ayah hari ini adalah acar sayuran segar. Mudah sekali membuatnya. Hanya dengan sedikit cuka, garam, lada, dan gula (bila ingin berkuah/melunturkan rasa keras cukanya bisa ditambahkan air dingin) serta irisan bawang merah yang dicampurkan dengan irisan sayur-sayuran. Hari ini bunda buatkan campuran wortel, timun dan selada.
Aduk semua, dan diamkan dalam suhu ruangan selama kurang lebih 3 jam (kalau dibawa buat bento, dari jam 9 sampai jam 12 pas makan siang kan udah pas 3 jam :D ). Buat yang banyak, dan simpan dalam wadah toples kaca dalam lemari pendingin. kapanpun ingin dinikmati, acar sudah siap disajikan.

Untuk total pembiayaan, minus bumbu-bumbu yang sudah ada di rumah dalam jumlah besar ya girls, seperti tepung, garam, gula dan sebagainya, ini rinciannya :
  • Untuk kaki naga, daging 1/2 ons di pasar tradisional dihargai sekitar 2500 rupiah. Telur ayam 500 rupiah sebutirnya. Sedikit sayuran dan bumbu kita alokasikan juga 500 rupiah (harga bisa lebih kalau yang kamu pakai juga banyak ya girls). untuk 4 tusuk kaki naga gemuk dengan 1/2 ons daging cincang, kita hanya butuh 3500 rupiah saja. (di rumah bunda, 2 kaki naga dibawa ayah dalam bento nya, dan dua sisanya untuk sarapan pagi ini bersama mie soto kudus .. yummie)
  • Sementara 'bebek sauna' nya, kita hanya perlu telur bebek 2000 rupiah per butir, daun pisang di pasar 500 perak bisa dapat dua lembar, 1 lembarnya saja sudah cukup kalau kamu hanya membuat sedikit, jadi kita alokasikan 250 perak. Santan jadi 1000 rupiah (bunda gunakan santan isntant yang ditambahi air hangat sampai genap 250ml, wah ini bisa buat 5 wadah !!). Bumbu-bumbu kita alokasikan 200 rupiah. totalnya 3450. genapkan 3500 ya girls.
Bento si Ayah hari ini hanya mengeluarkan uang sebanyak 7000 rupiah saja, dengan catatan lauk pelengkap lainnya adalah bahan yang sudah ada di lemari pendingin. Menu selengkap ini hanya dengan 7000 rupiah? hmm.... Ayah jadi hemat pengeluaran harian untuk makan siangnya. ^^v


Mudah bukan girls? Semoga review Bento si Ayah kali ini cukup membantu girls di dapur ya.. :)
Segera dicoba ya. Kalau sudah dicoba, cerita-cerita ya ke bunda. Cerita yang bagus dan kalau bisa dengan foto, akan bunda muat di blog dan kemungkinan terpilih untuk dimuat di media lain ^^v. Ayo girls, buruan ... !!

Tuesday, January 18, 2011

Bukan bento, cuma pesanan si Ayah ^^

hari ini, bunda maleeeeeeees banget bikin bento. dari pagi kerjaannya mulat mulet aja kaya ulet di tempat tidur. ayah bilang, ngga usah bikin bento. tapi pas ayah bilang, ayah akan pulang siang nanti, bunda langsung ON. ya ngga mungkin lah, ayah pulang ngga disuguhin makan siang.
so...
pas pagi-pagi mikirin mau bikin masakan apa, ayah yang lagi liat-liat gambar print-print-an desainnya tiba-tiba nyeletuk : "bunda, bunda bisa bikin garang asem? ayah pingin euy.."
jadi, bunda googling resep garang asem di inet. ada yang begini, ada yang begitu. ada yang pakai ayam. ada yang pakai santan. karena bingung terlalu banyak pilihan. jadi bunda pilih yang paling sederhana saja, dengan beberapa pengolahan ala bento si ayah.
ini dia resep garang asem hari ini :

pertama, cari daging lemusir (yang biasanya buat semur itu) dan potong-potong. di pasar tradisional, bunda campur daging lemusir 2 ons dan iga 2 ons juga, hanya dengan 23ribu rupiah. dan sudah bisa untuk 8 porsi standar. bersihkan semua, dan rendam dengan baking soda. diamkan sebentar, sekitar 10-15 menit, lalu rebus daging sampai berubah warna sepenuhnya.
saring daging dan airnya, sampai gumpalan-gumpalan daging/kotorannya terpisahkan, lalu panaskan kembali.


sementara itu, tumis bumbu halus : bawang merah + bawang putih + kemiri + terasi + lengkuas sampai harum. tambahkan daun salam.
masukkan tumisan bumbu ke dalam rebusan daging, tambahkan air bila perlu.  lengkapi kuah dengan kecap manis + soyu sauce (bunda rasakan, ternyata lebih enak ditambah ini daripada tidak) + gula pasir + garam + asam utuh. lalu didihkan.
tambahkan irisan cabai hijau besar dan cabai rawit. masak kembali sampai bumbu meresap.
terakhir, saat akan disajikan, masukkan potongan tomat segar. jadilah garang asem kita hari ini, ^^ selamat mencoba !

ps. eniwei, prosesnya cuma makan waktu 10menitan. yang lama adalah karena harus melembutkan daging dan meresapkan bumbu, jadi kira-kira 45 menitan.
worthy kan, 45 menit di dapur untuk 2 kali makan dan 8 porsi ?? :D

Monday, January 3, 2011

Bento Ayah di awal tahun 2011

selamat pagiii... ^^
ini hari pertama bunda ngebento lagi di tahun 2011.
hari ini ayah ngebento dengan menu campuran western-eastern.


ada : nasi putih dengan lauk sate tempe dan sayur labu siam dari sisi timurnya, dan kentang dengan chille dari sisi baratnya. si chille ini meski terlihat remeh dan sedikit, tapi cukup mengenyangkan kalau dimakan dengan porsi yang tepat (satu mangkuk sup misalnya). untuk bento si Ayah, chille berfungsi sebagai appetizer. sementara untuk pencuci mulutnya buah dan puding kecil. dan camilannya lumpia pisang keju cokelat.




jadi, hari ini, kita bagi-bagi resep di menu utama sate tempe, dan ada menu tambahan yaitu dimsum kol. dimsum kol ini tadinya mau bunda masukkan ke dalam kotak menu si ayah, tapi ternyata menyantapnya harus pada saat dimsum baru diangkat dari kukusan. karena selain tampilannya masih bagus, rasanya masih nikmat karena panas. dimsum ini akhirnya jadi menu makan malam ayah kemarin.. :) mari dimulaaiii...

Sate Tempe
ini sehat banget lho, kalau bunda baca-baca, tempe itu kolesterolnya cuma 0,1 mg !! jadi imbang kalau hari ini, bunda tambahkan sedikit di chillenya supaya tetap ada protein hewani pada menu makan siang ayah. untuk membuatnya pun mudah sekali,



 pertama, tumis bumbu yang dihaluskan (ketumbar + lada + kemiri + bawang putih + jahe + bawang merah + kencur + kunyit + garam) dengan daun jeruk, serai, dan lengkuas hingga harum. (kalau senang, seperti bunda, boleh ditambahi terasi sedikiit saja)
masukkan tempe yang sudah dipotong dadu, aduk sebentar.
tuangi air dan gula. masak hingga kuah asat.



ambil tusukan sate, tusukkan tempe sebanyak yang anda mau untuk satu tusuknya.
bakar di atas : arang/ api kompor/ pinggan datar sampai sisinya kecokelatan.
untuk saus, cukup dengan kecap manis dan bawang putih saja. bila senang, tambahkan kacang tanah halus dalam kecap manisnya.











Dimsum Kol
oya, untuk dimsum ini, bunda menggunakan roti sisa membuat sandwich tempo hari sebagai pengganti tahu. hemaat... ^^v

rendam daun kol berukuran besar dalam air panas sampai lemas. buang dahulu bagian kerasnya agar tidak menyulitkan pada saat diolah.
pada wadah, campurkan daging cincang, roti yang sudah lunak (sebelumnya direndam dulu dalam air matang), setengah saja telur, dan bumbu-bumbu (lada bubuk, pala bubuk, dan garam). untuk lebih keras, tambahkan tepung terigu 1-2sdmkn. aduk rata. boleh juga tambahkan keju parut bila suka.

ambil selembar daun kol, taruh adonan di bagian tengahnya, tekuk ujung-ujung kol jadi seperti kantung/money bag dan ikat dengan daun serai.
atur kol di dalam kukusan. ingat, jangan mengukus terlalu banyak item di dalamnya, berikan space/jarak yang rata untuk masing-masing supaya panas dan matangnya merata.
kukus kol hingga isinya matang, dan sajikan panas dengan saus sambal.












tips: kalau-kalau nanti hasil kukusan anda kol-nya tiba-tiba membuka dan si tali lepas, jangan panik ataupun kecewa. tidak usah buru-buru membuka tutup panci pengukus. tunggu hingga matang, angkat, dan talikan ulang daun serai yang tadi digunakan untuk mengikat.

senangnya...
^^

untuk chille, resepnya sudah bunda berikan sebelumnya. coba di cek di label "bola-bola daging". bedanya, pada chille, daging tidak dibentuk bulat-bulat, cukup disebar, ditambahkan paprika bila senang, dan kacang merah (tapi kemarin lupa lagi beli kacang merahnya.. :D malam ini bunda mau buat lagi, pesanan si ayah, lengkap dengan kacang merahnya)

hari ini ayah bawa jualan ekstra :

paket bento untuk rekan ayah,
dan
paket lumpia pisang cokelat keju.
ayo ayah, yang semangat jualannya... :)










tunggu postingan berikutnya ya,
ada tips asyik menghias bento !! :)

Monday, December 13, 2010

Bento Ayah, Rabu, 081210



Bento ayah: kappa with eggs dressing, sayur bayam,asem asem daging cabe hijau, kalio telur puyuh (recomended), tortila.
Minum: es sirup tjampolay rasa pisang susu
Camilan: steam fruit cake (recomended)

kenapa saya bilang recomended, karena emang selain gampang dibuatnya, rasanya juga enak. :)

Kalio Telur Puyuh
  • telur puyuh, rebus, kupas. sisihkan.
  • kentang, kupas, potong dadu, goreng. sisihkan. 
  • rebus santan bersama semua bumbu halus: cabai merah + bawang merah + daun jeruk + daun kunyit + gula + garam + ketumbar. tambahkan serai memar, jahe memar, lengkuas memar. asam jawa/asam kandis. masukkan telur puyuh. masak hingga kuah mengental.
  • tambahkan kentang, daun bawang. masak hingga meresap. angkat. sajikan.
gampang banget kan?


Steam Fruit Cake
  • campur ceri merah, ceri hijau, kismis  (kalau bisa dapetin, boleh tambahin kacang almond misalnya)--rendam dalam rhum. sisihkan. se-ons buah ceri di pasar tradisional, dapatnya sekitar 4000-6000an. cacah cerinya dulu ya.
  • kocok mentega dan gula halus hingga putih. kalau tidak punya mixer, saran saya, menteganya dicairkan dulu saja. beberapa kali saya buat menu serupa ini, dengan cara tersebut, rasa dan bentuk tidak terpengaruh. kemudian masukkan kuning telur satu persatu. perbandingannya untuk sekitar 350gr tepung kita pakai 10 kuning telur. tapi itu bukan harga mati. saya cuma pakai 5 butir, dan sudah mengeras kok cakenya. kocok sampai merata.
  • masukkan tepung terigu, tambahkan putih telur yg sudah dikocok kaku (pakai putih telur yang tadi kuningnya sudah dimasukkan lebih dahulu), aduk kembali hingga rata, masukkan buah-buahan. aduk rata menjadi sebuah adonan.
  • siapkan cetakan, kukus adonan sampai matang. untuk tahu matang tidaknya, gunakan batang lidi/tusuk sate, tusuk kue. kalau masih ada adonan yang melekat di batang lidi, berarti adonan belum matang. kalau sudah licin, berarti sudah matang luar dalam. ingat untuk memeriksa air kukusan, dan tambahkan bila mulai susut. angkat, sajikan.
cake si Ayah, di bentonya Bunda bawakan 5 potong.
Kata Ayah, 3 potongnya dinikmati kawan-kawan kantornya, dan komentarnya hanya 'emmm...mmmmm....' sambil ngangguk-ngangguk. ngga ngomong apa-apa.
sorenya, mereka minta lagi sama Ayah. waktu Ayah bilang habis, mereka ngga percaya dan ngotot buka kotak makan Ayah. :D
besok-besok bunda buatkan lagi ya..bawa yang banyak buat dibagi-bagi.. ^^

Thursday, December 9, 2010

Bagaimana Bento si Ayah tiba-tiba muncul?? inilah bento pertama ayah !

 incase ada yg bertanya-tanya, apa sih bento itu..ini saya copas kan definisi bento dari wikipedia yg saya rasa paling pas pengertiannya :


Bentō (弁当 atau べんとう?) atau o-bentō adalah istilah bahasa Jepang untuk makanan bekal berupa nasi berikut lauk-pauk dalam kemasan praktis yang bisa dibawa-bawa dan dimakan di tempat lain. Seperti halnya nasi bungkus, bentō bisa dimakan sebagai makan siang, makan malam, atau bekal piknik.
Bentō biasanya dikemas untuk porsi satu orang, walaupun dalam arti luas bisa berarti makanan bekal untuk kelompok atau keluarga. Bento dibeli atau disiapkan sendiri di rumah. Ketika dibeli, bentō sudah dilengkapi dengan sumpit sekali pakai, berikut penyedap rasa yang disesuaikan dengan lauk, seperti kecap asin atau saus uster dalam kemasan mini.
Ciri khas bentō adalah pengaturan jenis lauk dan warna agar sedap dipandang serta mengundang selera. Kemasan bento selalu memiliki tutup, dan wadah bentō bisa berupa kotak atau nampan segi empat dari plastik, kotak roti, atau kotak kayu kerajinan tangan yang dipernis. Ibu rumah tangga di Jepang dianggap perlu terampil menyiapkan bentō, walaupun bentō bisa dibeli di mana-mana. Di Indonesia, hidangan ala bento mulai dipopulerkan jaringan restoran siap saji Hoka-Hoka Bento sejak tahun 1985.[1]


awalnya sebenarnya iseng-iseng berhadiah. sebelum menikah, suami memang sudah anggarkan dana untuk beli seperangkat kotak makan. inginnya membawa menu harian (bontot/bekal) sendiri dari rumah, dimasakkin sama istri..seperti teman-teman kantornya yg lain. waktu itu kami sama sekali tidak kepikiran bahwa membawa bento bisa lebih menghemat anggaran. yang suami saya pikirkan, cuma kepingin bawa masakan istrinya, dan yang saya pikirkan cuma 'dia harus makan makanan sehat'.
sesudah menikah, saya senang sekali membawakan bekal untuk suami ke kantor, tapi tidak rutin. dan tampilannya masih seadanya. juga karena masih banyak sekali hal yg harus saya benahi di rumah, jadi untuk buatkan dia macam-macam, saya belum punya cukup waktu.

suatu hari, saya jalan-jalan ke sebuah toserba di bandung. dan setiap saya jalan ke sana untuk belanja mingguan/bulanan, saya pasti tertarik dengan cetakan nasi kepal di isle (baca: aile. arti: lorong, gang) pernak pernik. cetakan nasi kepal ini diimpor dari jepang. waktu itu saya urung beli terus, karena harganya buat saya yg masih di awal-awal berumah tangga, masih termasuk 'yg harus diperhitungkan'.
jadi walhasil, si cetakan cuma mampir selewatan di pikiran saya.
tapi beberapa kali saya kesana, berkali itu juga pikiran yg sama singgah. jadi saya sisihkan sebagian budget belanja, dan horray...cetakan itu terbeli!!

inilah cetakan kappa itu

dasarnya saya orang yg senang sekali ngulik-ngulik barang baru atau bikin sesuatu, besoknya langsung saya praktekkan.
BENTO PERTAMA SAYA untuk suami :

bento pertama ayah. yg bener-bener mendekati kategori bento.


haha, masih sederhana sekali, dan asal ada bahan aja.
cetakan si kappa (nasi kepal) yg saya bilang tadi, bikin nasinya jadi kelihatan bersih dan menarik. selain itu jadi hemat tempat, karena yg dikepal muatannya lebih banyak. biasanya ditengahnya suka saya tambahi timun jepang atau sosis.
yg item item itu, namanya nori. kalau yg bagusan, di Bandung sini, saya ketemu yg besar harganya 90rb-ratusan ribu. yg satuan pun harganya segitu, tapi cepat sekali habis. hanya saja, memang kualitasnya bagus.

nori murah

muter-muter, akhirnya saya nemu ini. onigiri ini memang secara kualitas termasuk onigiri basah (gampang sekali lekat, lengket, rapuh). tapi lebih murah. kalau hanya untuk hiasan pelengkap kappa saja sih, saya sarankan pakai yg ini. 1 bungkusnya (yg biru, contoh) terdiri dari 4 lembar, per lembar ukurannya sekitar 8-10cm panjang (10x10), dan satu paknya (yg merah, contoh) terdiri dari 8 bungkus. jadi ada 32 lembar. 1 lembarnya sendiri saya gunting jadi 3 bagian, karena biasanya bekal suami jatahnya memang 3 kappa. jadi, 1 pak ini bisa untuk 32 kali bento. harganya kalau saya tidak salah ingat, 39.000 an.

sebenarnya saya sering mengupload foto-foto bento si ayah setiap harinya lewat situs jejaring facebook. sampai hari ini, yg saya sempat foto dan unggah ada 11 foto (tidak dihitung giliran kamera habis batere, internet down, dan si bunda males masak :D). mulanya, ada beberapa kawan yg mengomentari sinis, sekalipun banyak yg justru mendukung. ada yg komentar saya narsis lah, atau koki beneran aja ngga gini-gini amat. tapi saya berpegang pada mereka yg mendukung saya dan selalu memberi komentar positif di setiap foto bento si ayah.
di blog ini, untuk menegaskannya kembali..: tidak, saya memasang foto-foto itu BUKAN untuk pamer-pameran, tapi karena saya senang sekali membuat sesuatu dan saya ingin MEMBAGInya dengan ibu-ibu dan rekan putri lainnya. saya masih amatir, dan tidak bisa dibandingkan dengan mereka yg masakannya udah yahud..tapi paling tidak, untuknya, untuk ayah, ini sudah sangat luar biasa. dan apalagi yg kita harapkan girls, selain orang yg kita sayangi bilang : EXCELENTE, MAGNIFICO, MAMAMIA buat masakan kita..
rekan saya menyarankan agar saya membukukannya. waduh, saya masih belum berani. ini bukan masakan sekelas chef.. :). berikutnya salah seorang sahabat FB menyarankan agar saya membuat blog yg isinya bento si ayah dan menuliskan resepnya disana. saya pikir-pikir, iya juga, jadi saya bisa lebih leluasa berbagi dan tidak perlu meng-inbox satu-satu rekan yg ingin tau soal resep menu bento. saya berharap dengan adanya blog ini, bukan hanya saya yg berbagi, saya pun bisa memperoleh banyak informasi dari yg melihat dan kita bisa tukar-tukaran resep.

untuk menu bento, saya tidak pernah punya patokan khusus. kalau dari gambar bento asli jepang sono..yg saya tangkep, menu haruslah lengkap. paling tidak, ada nasi, ada lauk dan ada sayuran. lengkap dengan minumannya. jadi, saya terkadang membuat menu dengan bahan makanan seadanya yg ada di lemari pendingin, atau memang sengaja belanja ke pasar tradisional.
resepnya pun, tidak bisa saya bilang orisinil saya. sewajarnya, resep apapun menjadi khasanah umum, orang banyak, karena menu baru selalu tercipta dari adaptasi menu-menu lama. yg membuatnya berbeda, hanyalah inovasi apa yg telah dicampurkan ke dalamnya sehingga membuatnya lebih baik dari yg sudah ada. punya saya, ini resep yg sebenarnya anda sudah ketahui dari ibu-ibu anda. tapi ada beberapa yg saya modifikasi agar lebih mudah dibuatnya. enjoy it!

oya, di sini saya tidak akan memberi resep dengan takaran bumbu yg presisi, karena selama saya memasak pun saya tidak pernah presisi dan menakar-nakar. tapi saya akan usahakan kalau ada yg bertanya, bisa saya jawab.


kembali ke bento si ayah,
nah, bento pertama ayah ini, dibuatnya beberapa hari setelah idul adha 1431 H kemaren. rumah kebagian rejeki 2 bungkus daging kambing.
bingung mau diapain jadi saya buatkan beef teriyaki saja.
ini resepnya :

  • daging sapi/kambing. sebaiknya kalau sapi yg lemusir, ini daging yg lumayan empuk. di pasar se ons nya sekitar 6000 rupiah.
  • kalaupun tidak ada, daging bagian apapun jadi. untuk melunakkan, bersihkan daging dan beri baking powder secukupnya. biarkan selama kurang lebih 15 menit. masukkan di lemari es.
  • bawang merah iris+bawang putih iris+bawang bombai, tumis semua hingga harum. dalam minyak gorengnya, tambahkan sedikit minyak wijen agar harum. tambahkan cabai hijau/merah gemuk, iris. tumis hingga layu.
  • masukkan daging dan masak hingga berubah warna. tambahkan sekitar 200ml air, masak hingga daging empuk. tambahkan garam, gula, lada halus, sedikit kecap manis dan saus teriyaki jadi.
  • terakhir, beri daun bawang. masak sebentar. angkat.
  • ketika disajikan, taburi dengan biji wijen.

untuk sayurannya, normalnya dibuat seperti kimchi.
Kimchi adalah makanan tradisional Korea, salah satu jenis asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas. Setelah digarami dan dicuci, sayuran dicampur dengan bumbu yang dibuat dari udang krill, kecap ikan, bawang putih, jahe dan bubuk cabai merah.
Sayuran yang paling umum dibuat kimchi adalah sawi putih dan lobak. Di zaman dulu, kimchi diucapkan sebagai chim-chae (Hangul: 침채; Hanja: 沈菜) yang berarti "sayuran yang direndam."

bumbu kimchi di setiap negara berbeda-beda. rekan saya ada yg membuatnya bahkan dengan larutan jus apel.
untuk saya, inilah kimchi saya:

  • siangi dan bersihkan sawi putih. potong-potong. sisihkan.
  • siapkan udang rebon/ebi. kalau besar, rendam dulu, lalu gerus. kalau sudah halus, haluskan lagi. kalau punya blender/food processor bisa digunakan. kalau tidak ada, pakai cobek juga jadi.
  • di wadah, campurkan kecap asin, kecap ikan, bawang putih halus, jahe halus, dan si udang. tambahkan juga bubuk cabai.  garam, gula
  • masukkan sayuran, rendam dalam larutan. biarkan semalam, masukkan lemari pendingin. sampai meresap
  • besoknya, kimchi sudah bisa dinikmati. namanya jg asinan, makin lama makin meresap.
  • bikin secukupnya saja ya..besok-besok buat lagi.. ^^

begitulah bento si ayah yg pertama !! sisanya adalah telur dadar biasa saja..
bon apetite ayah !!




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...