Take a peek ^^

Beberapa artikel yang bunda ko-pas dari http://catatanzahraabaru.blogspot.com/. semoga bermanfaat dan memberi inspirasi ^^v

Tips Cari Jodoh
(Kamis, 14 oktober 2010--author: Zahraa al liza a.k.a Bunda Zahraa)

tempo hari, ada seorang kawan yang curhat sama saya. menyoal patah hatinya. yang  disuka tidak memberi respon baik, dan bikin dia kecewa, apa ya Tuhan memang tidak hendak menyatukan mereka.

saya jawab dengan 5 hal, yang saat itu terlintas dalam pikiran saya, meninjau dari pengalaman pribadi saya;

satu,
munajat. hajatkan keinginan dengan jelas.
yang seringkali orang-orang sarankan kepada hati yang tengah gundah menanti cinta, adalah dengan istikharoh. tidak, saya tidak katakan itu salah, atau jangan lakukan. lakukanlah, karena itu baik. tapi dalam setiap doa, bermunajatlah. komunitas metafisika mengatakan bahwa ketika kita ingin mematerialisasikan suatu keinginan, kita harus memvisualiasikannya dengan tepat. ingin mobil, tidak cukup hanya dengan permintaan "saya ingin mobil", tapi harus lengkap dan terarah : "saya ingin mobil CRV keluaran terbaru, cat hitam, jok oscar, pelek racing, dan bodi ori", setelah itu selimuti dengan aura hijau dari bumi..and so on and so on...
saya pikir ini hanya gurauan mereka saja, ternyata ketika saya belajar di JRP (John Robert Powers.red), psikolognya juga mengajarkan hal yang sama. saya lupa urutannya, tapi seingat saya, tetapkan goal yang tepat dan lengkap. setelah itu gali metode meraihnya. lalu tentukan batasan waktunya (karena we're not waiting things for so long right, karena hidup terus mengalir). ada beberapa item terlewat lain, tapi 3 hal inilah yg paling membekas untuk saya.

masih saya pikir, ah ini cuma teori.

ternyata ilmu 'the secret' alias kekuatan tarik menarik antara semesta dan anda, juga memakai pola yang sama. Anda adalah apa yang anda pikirkan. kalau yang anda pikirkan adalah baik, maka baik pula yang anda akan dapatkan dari semesta.

ha-ha, teori lagi.

besok-besoknya, sewaktu saya mengajar di TK, pihak sekolah mengadakan self development untuk guru-guru. eh, saya ketemu teori yang sama lagi. waktu itu saya disuruh menuliskan semua keinginan saya di atas kertas, selama 60 hitungan. jangan pikir 60 hitungan itu, 60 detik beneran. yang menguji saya pake acara gebrak-gebrak meja dan ngacak-ngacak hitungan untuk memberi tekanan pada saya.
setelah selesai, saya cuma nulis 5 keinginan. dan si penguji cerita panjang lebar menyoal itu..
ini resumenya :
'kok dikit banget... kamu ngga yakin ya sama kemampuan Tuhan??'
jlebb..
'Tuhan itu sesuai persangkaan umatnya. dan Dia teramat sangat senang kalau hambaNya meminta. jangan pelit keinginan. bilang sama Tuhan, kalau --Tuhan, saya cuma maunya begini kok-- padahal Tuhan tahu, yang kamu mau sebenarnya banyak'
iya, betul juga. saya kok jadi sombong ya, cuma minta sedikit, padahal Dia Maha Memberi banyak.
lagi nih,
'emangnya apa sih yang kamu tulis? boleh saya tebak-tebak buah manggis? ada menikah ngga di dalamnya?'
emang ada sih...
'trus, kamu tulis apa?'
ya cuma pengen segera nikah aja. si penguji ketawa.
'kalau memang begitu, jangan salahkan Tuhan ketika Dia memberi jodoh padamu di usia senja, atau jangan salahkan Tuhan bila Dia memberi jodohmu seorang tukang becak, bau keringat, rumah petak, jelek, giginya tonggos lagi. kan intinya kamu cuma pengen nikah.'
saya sontak ketawa manggut-manggut..
sejak itu, sampai detik akad nikah saya, yang saya visualisasikan di kepala dan hati saya adalah :
"saya ingin menikah, di usia separuh abad, dengan seorang laki-laki saleh bernama Ade Yudirianto. tampan. mapan. dan bahagia. seorang arsitek ternama, berwawasan luas. harum dan bijak". waktu itu, yang kepikiran di saya, ya kalimat picisan itu. tapi buat saya, kalimat itu indah layaknya bait doa.

sungguh, Tuhan Maha Baik.
saya dan suami saling suka dan saling mencari selama 9 tahun lamanya. ibarat cerita sientron, lebih enakan liat cerita kita. soalnya konfliknya riil.
singkat cerita, saya alhamdulillah, menikah dengan Ade Yudirianto yang saya maksudkan. PERSIS dengan kalimat di atas.

2 minggu lalu saya nonton 'Sang Pencerah' nya Hanung Bramantyo.
bukan kisahnya yang menarik hati saya tiba-tiba, tapi kalimat istri pertama Darwis lah yang hingga kini saya kenang :
adegannya waktu sang istri menyentuh tangan suaminya yang tengah galau akibat pemikirannya dan langgarnya dirubuhkan warga yang masih kejawen.
si istri bilang.... 'kau pikir apakah aku dulu tidak benar-benar dalam menilaimu? kau pikir aku sembarangan memilih Darwis sebagai suamiku? Tidak, aku tidak melakukan istikhoroh, seperti yang mereka sarankan padaku. melainkan aku langsung bermunajat bahwa aku menginginkan seorang Darwis'
lebih kurang kalimatnya begitu, degg..saya langsung menggenggam tangan suami saya dengan perasaan haru. inilah yang saya lakukan selama ini untuk mencapainya.

jadi, dengan teori-teori yang banyak ini, dan praktek nyatanya ke saya, saya harap anda tidak lagi malu-malu dalam meminta.

Dua,
'tapi mbak, saya sudah begitu. saya sudah sebutkan namanya dalam doa saya'
saya bilang, 'lho, kamu belum melakukan tahapan selanjutnya, yaitu; melupakan'
yang curhat malah bingung dengan kalimat ini.
melupakan bukan berarti meniadakan ingatan atas orang yang bersangkutan. melainkan mengenepikan yang bersangkutan dan memberi ruang untuk perkara-perkara yang lain.
ada sebab mengapa jodoh masih dijauhkan, untuk saya perkaranya adalah punya anak.
mungkin saja, pada saat tersebut, anda masih diberi kesempatan untuk memperbaiki yang bopeng di diri anda. yang masih oleng di tegakkan, yang mau rubuh dibangun kembali.
ngga ada itu ceritanya cinta versi layla majnun dibilang bagus. cinta kok sampe mati, sangking ngga ada hidup lain yang harus diurus. itulah maksud melupakan.

balik ke teori si metafisika, lanjutan dari visualisasi aura hijaunya adalah membuang visualisasi itu jauh-jauh dan membentuk visualisasi baru.

kalau melihat teori tersebut, yang saya bisa katakan; memang benar. beri ruang untuk kebutuhan lain selain cinta. ruang untuk meningkatkan kualitas diri.

tiga,
meluruskan niat.
susah ya...orang kalau mau menikah kebanyakan yang dipikir yang duniawinya aja. dan kalau kepikiran ukhrawinya ya cuma bilang 'nikah itu kan ibadah'
saran saya, niat menikah haruslah lebih dari sekedar niat beribadah membahagiakan suami, beribadah mengurus rumah tangga, beribadah membesarkan generasi baru, niat supaya jaug dari zinah, ..tapi juga niat untuk memperbaiki diri.
waktu gadis, saya niatnya sama 'nikah itu ibadah'. kok ya jalan nikah saya makin susah. akhirnya saya coba perbaiki niatan itu : saya nikah karena saya yakin, saya akan menjadi lebih baik.
alhamdulillah, jalannya terasa sedikit lebih lapang.

empat,
perbanyak sodaqoh.
wah, ini teori yang ngga habis-habis saya ulas dan saya bagikan terus.
karena efeknya memang sangatlah luar biasa. seperti yang saya bilang, sodaqoh tidak selalu berupa rupiah atau materi. tapi rasa memberinya lah yang justru lebih penting. saya pernah diajari bahwa ketika kita memberi pujian atau tepukan tangan sewaktu seseorang berhasil melakukan sesuatu, sesungguhnya pada saat itu, kita tengah memuji dan menyapa diri sendiri. menyenangkan orang lain memberi efek menyenangkan diri sendiri. tepukan yang anda lakukan memberi anda kecantikan dalam yang luar biasa. jadi, sekarang tau kan, kenapa kok guru TK atau ibu secara spontan seringkali bertepuk tangan sewaktu anaknya atau anak didiknya berhasil melakukan sesuatu??
ada yang mungkin memang bukan tipenya, yang bisa ikut seneng kalau orang lain bahagia meski perasaannya lagi berkecamuk hebat. saya tidak akan menyalahkan orang tersebut. tapi, jangan salahkan juga bilamana Tuhan memperlambat yang menjadi hajatnya. tidak ada salahnya kok, berempati dan bersimpati pada orang lain.
..bukankah hati yang ramah, peka dan penuh kasih menjadikan kita pribadi yang lebih kuat karena mampu membahagiakan tidak hanya diri sendiri namun juga oranglain.

lima, terakhir...
pasrahlah..
inilah kekuatan tawakkal se..tawakkal-tawakalnya seseorang.
meyakini betul bahwa setelah ikhtiar, yang memberi nilai adalah Tuhan. meyakini betul bahwa, apapun keputusan Tuhan, itu adalah hal yang terbaik.
bisa kelihatan kan bedanya, kalau dari awal anda sudah minta 'Tuhan dekatkan bila memang jodoh, dan jauhkan bila memang tidak', namun hati kecil anda meronta bahwa sesungguhnya anda amat sangat menginginkan pilihan yang pertama, ketika ternyata kata Tuhan pilihan kedua adalah yang terbaik, rasa kecewanya bisa teramat sangat besar. namun bila anda memang sudah yakin benar bahwa pemilik di atas segalanya adalah Tuhan, dan anda lugas meminta dan berikhtiar, bilamana Tuhan pilihkan yang kedua, anda sudah akan lebih siap karena sebelumnya anda telah diberi kesempatan meningkatkan kualitas diri.

bahagialah lajang,
bukan karena anda bisa bekerja mengumpul pundi banyak,
melainkan karena anda mendapat kesempatan berubah.
bahagialah yang menikah,
bukan karena sekarang anda tidak lagi sendiri,
melainkan karena anda mendapat kesempatan berubah.

cheers.

5 comments:

waskito said...

bener bun...aku diajarin waskitho jg githu... soalnya katanya umat yg meminta banyak de' bukan kamu aja, jd biar cepet doanya yg jelas dan yakin kalo itu pasti segera dikabulkan....

Bunda zahraa said...

amiiiiin :)

Edhini said...

WOW... so inspiring artikelnya ^^, koq ya pas banget ma suasana hatiq yg lagi 'galau' (hihi..sok pake bhasa allay :P), thank ya bun dah share..akhirnya dapet sedikit pencerahan :)
Btw..blognya baguss...jadi kepingin ikut bljar bikin bento2 yg ciamik kaya punyanya bunda..hehe..:)
Oya klo sempet boleh dung mampir ke blogq ya bun..
http://piyocutee.blogspot.com/
Matur thank u...^^

Bunda zahraa said...

@edhini: makasih dhini.. :) semoga benar2 memberi pencerahan :D :D artikel yang lain ada di blog catatan zahra http://catatanzahraabaru.blogspot.com/

amiiin, besok bikin beneran ya bentonya win :) ngga usah takut. permulaannya pasti sama kaya bento si ayah. acakadut. tapi ntar jadi kebiasaan kok :)

langsung meluncuuuuur ke blognya edhini! :)

Boy Musnanda 165 said...

bagus bangeeet mbaaaaaakkk......subhanallah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...